Kamis, 30 Juli 2020

Opening MPLS 2020

Teh

Seorang pria muda datang pada ibunya dan mengeluh tentang banyaknya permasalahan dalam kehidupannya.

Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya.
Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur dan anaknya terus bercerita sambil mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air.
Sampai airnya mendidih, lalu sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, dan di gelas ketiga, ia masukkan TEH.

Sepele

eorang wanita muda tengah duduk santai di dalam bis yang melaju ke tengah kota. Di satu pemberhentian bis, seorang wanita tua yang cerewet dan berisik naik ke dalam bis dan duduk di samping wanita muda tadi. Tas-tas bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas-tas berat dan jendela bis._

_Seorang pemuda yang duduk di bangku sebelah melihat kejadian itu dengan kesal, dan bertanya kepada wanita muda itu,_ _"Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu..."_

_Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum :_

_"Aku rasa tidak perlu bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini, *perjalanan bersama kita ini terlalu singkat.*_ _Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya di depan nanti"_

_Jawaban wanita muda tadi sangat pantas untuk ditulis dengan huruf emas :_

Senin, 27 Juli 2020

Guru-Guru SMA GAMALIEL 2020

Selasa, 21 Juli 2020

Behind The Scene MPLS 2020 SMA GAMALIEL


Senin, 15 Juni 2020

Waktu Sangat Singkat

*"If I only had Time"*

Setiap kali pulang dari rumah duka, kita selalu diajak untuk merenung lebih dalam tentang kehidupan...
Dalam 2 bulan terakhir, saya kehilangan 2 teman yg meninggal dunia karena penyakit kanker.

Yg satu berusia 49 tahun. Yg lainnya baru berusia 30 tahun.

Tiga bulan sebelumnya, keduanya masih tampak sehat walafiat dan masih olahraga dan ngopi bersama.
Tiba² mereka merasa kurang sehat, lalu divonis dokter menderita kanker stadium 4.

Jarak saat vonis dijatuhkan hingga ajal datang menjemput, waktunya tidak sampai 2 bulan.

Di rumah duka, kita pasti akan disadarkan, *bahwa dunia ini adalah sebuah terminal,* di mana kita semua sedang duduk.
Kita semua sedang menunggu giliran......
*Ketika nama kita dipanggil, kita mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, harus berangkat.*
Kanker, serangan jantung atau penyakit lainnya, termasuk juga kecelakaan atau bencana alam, hanyalah sebuah sarana.
*Lucunya, kita semua tahu tentang kebenaran ini tapi kita tidak pernah sungguh² menyadarinya.*

Kita kadang menganggap akan hidup lama didunia ini atau juga, seperti kata seorang sahabat saya :

*Kita berpikir kematian itu hanya milik orang lain......*
Di-tengah² waktu yg berlari dengan sangat cepat, kehidupan kita - anda dan saya - sedang melaju dengan pasti menuju titik akhir.

*Kita bahkan tidak tahu sama sekali titik akhir itu ada di mana.*

Mungkin ia berjarak 30 tahun, 20 tahun, 10 tahun atau jangan² hanya hitungan hari. *Siapa yang bisa tahu ?*

Tidak ada satu manusia pun yg bisa mengandalkan kesehatan, kekuatan dan kekayaannya untuk menangguhkan kematiannya....

Saya tidak tahu anda berusia berapa..
Tapi, jika saat ini ada yg berusia 20-an tahun dan anda tengah mengagungkan kemudaan anda, percayalah, anda sedang ada didalam mimpi..

Saat Anda tersadar, tentang fananya dunia kehidupan ini.
Anda akan melihat rambut Anda mulai menipis, memutih dan pasti menua di dalam proses kehidupan..

Tiga puluh tahun lalu saya adalah seorang anak muda yg enerjik, penuh cita², hampir tidak pernah berpikir tentang kematian..

*Lalu semuanya berlalu dengan sangat amat cepat.*
Dulu orang² memanggil saya dengan sebutan nama, lalu Mas, Koh dan kemudian berubah menjadi Om.

Tak lama lagi, orang² mungkin akan memanggil saya dengan sebutan kakek atau opa.

Saya punya seorang teman yg kini berusia 50 tahun lebih.

Beberapa tahun lalu, ia terperangah karena tiba² orang² mulai menyebut dia sebagai Om.

Ia tidak bisa menerima kenyataan ini..

Tiap kali orang² memanggil dia Om, entah itu pelayan restoran atau penjaga toko, ia marah besar.

Ia belum bisa menerima kenyataan.
Ya, kenyataan yg tidak bisa dibantah adalah kita semua - seberapa banyaknya pun harta atau tinggi ilmunya, pengetahuan kita, kita semua *setiap hari akan bertambah tua.*

Menua setiap hari adalah kodrat kita sebagai manusia.
Saat kita melihat didepan cermin, kita mungkin melihat sosok diri kita yg sama dengan kemarin.

*Namun, sesungguhnya perubahan sedang terjadi dalam diri kita..*
Perubahan menjadi tua......
*Tidak ada yg sama antara kemarin, hari ini dan besok.*

Bukan hanya tubuh kita, tapi juga semua benda yg ada di sekeliling kita.

Semua barang kita : rumah, televisi, jam tangan, lemari, pakaian, mobil, sepedamotor, semuanya sedang berada dalam proses penuaan. *Kita tidak melihat apapun, tetapi kemerosotan sedang terjadi di dalam barang² tsb.*

Begitu juga dengan tubuh kita....

Tidak ada yang abadi di dunia ini.
Lalu, jika kemerosotan secara fisik setiap saat berproses dalam diri kita dan kematian hanya soal waktu, *apakah kita akan menjalani kehidupan ini dengan ratapan dan tangisan ?*

Kita memang tidak bisa melawan proses penuaan tubuh kita, *namun kita bisa melawan kemerosotan dari sesuatu yg justru menghidupi tubuh kita, yakni batin kita.*

Jika tubuh kita berubah menjadi tua dan lemah setiap hari, *mengapa kita tidak mengubah batin kita menjadi lebih baik dan lebih baik setiap hari ?*
Tidak ada yg tetap sama dalam kehidupan ini.

Rabu, 10 Juni 2020

Cara Install ExamBrowser UBK 11 Juni 2020