Tampilkan postingan dengan label Cyber Security. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyber Security. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2021

Menjaga Data, Menjaga Harga Diri Bangsa


 

Sebulan yang lalu saya bersama tim melakukan eksplorasi secara mendalam di sebuah desa untuk membuat video dokumenter tentang budaya setempat. Desa itu memiliki keunikan tersembunyi yang belum banyak orang tahu. Selama tiga hari kami menghabiskan waktu untuk meliput segala aspek budaya di sana. Semua tentang hal itu selalu membuat kami takjub.

Semuanya berjalan lancar, hingga hari terakhir kami meminta data di pemerintah desa setempat untuk melengkapi informasi dalam video yang kami buat. Tapi apa yang kami dapatkan sungguh membuat kaget. Data profil desa sangat berbeda dengan data yang ditampilkan pada dokumen di tataran yang lebih tinggi, seperti dalam dokumen Kecamatan Dalam Angka dari BPS. Dan pihak desa mengklaim data di profil-lah yang paling benar, karena mereka yang paling paham mengenai kondisi warganya. 


Akhirnya, muncul kebingungan pada tim kami sebagai pembuat video tentang validitas data desa. Itu artinya apa? Ternyata data bagi kita masih dianggap sebagai sesuatu "lelucon". Data bukan menjadi hal yang perlu diprioritaskan. Pada lingkup yang paling kecil saja dalam sebuah pemerintahan, yang notabene harusnya menjadi ujung tombak ketersediaan data yang real time (nyata sesuai kondisi terkini), malah sangat longgar dalam hal manajemen data.

Di balik tampilan data yang sederhana, terdapat tanggung jawab moral yang besar selama data itu dapat diakses oleh publik. Banyak yang melupakan prinsip ini. Data yang benar saja masih bisa membuat proyeksi masa depan yang meleset, apalagi dengan menggunakan data yang salah. Apa tidak mengerikan?

Rabu, 05 Mei 2021

Evolusi Distribusi Trojan Perbankan, Dari Pornografi Sampai ke Phishing



Ada sebuah malware, tepatnya trojan, di Brazil yang menjadikan bank sebagai targetnya. Trojan ini berevolusi dari memanfaatkan pornografi untuk distribusi dan kemudian menggunakan phishing.

Peneliti keamanan di Eset menamai trojan ini sebagai Ousaban, namun peneliti di Kaspersky menyebutnya sebagai Javali, satu dari empat trojan perbankan paling populer di Brazil, bersama Guildma, Melcoz, dan Grandoreiro.

Trojannya sendiri sudah aktif sejak 2018, dan ditulis menggunakan bahasa pemrograman Delphi, yang lazim dipakai untuk membuat trojan yang beredar di negara tersebut.

Pada awalnya, trojan ini menggunakan gambar porno untuk menyebarkan diri, namun kemudian berevolusi menggunakan metode yang lebih lazim dipakai, yaitu phishing. Email phishing dikirimkan menyaru menjadi notifikasi email yang gagal dikirimkan, dan meminta calon korbannya untuk membuka lampiran yang ada di email.

Lampiran tersebut berisi paket instalasi Microsoft Windows berekstensi MSI, yang jika dibuka akan mengaktifkan downloader JavaScript, dan membuka file ZIP berisi aplikasi yang kemudian menginstal trojan lewat sideloading DLL.